Selasa, 22 Agustus 2017
Kejaksaan Republik Indonesia

ALIRAN KEPERCAYAAN DAN KEAGAMAAN

29-01-2010

Pengawasan Terhadap Aliran Kepercayaan Dan Keagamaan Yang Berpotensi Menimbulkan Keresahan di Kalangan Masyarakat

1)    Melakukan pengawasan terhadap aliran kepercayaan dan keagamaan yang berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, yaitu :

a.   Aliran Perguruan SANTRILOKA yang dikembangkan oleh Ahmad Nafani di Mojokerto Jawa Timur.

b.   Agama BAHA’I di daerah Blitar dan Tulung Agung.

c.   Aliran JEMAAT KEMULIAAN ALLAH yang dikembangkan oleh Herman Kemala di Manado.

d.   Aliran SATRIO PININGIT WETENG BUWONO yang dikembangkan oleh Agus Iman Solihin di daerah Pasar Minggu Jakarta Selatan.

e.   Ajaran Istijhar Raksa Gunung Rinjani yang dikembangkan oleh Abdullah Alias Amaq Bakri d daerah Lombok Timur Nusa Tenggara Barat.

Semua aliran tersebut ditangani oleh Tim Pengawasa Aliran Kepercayaan Masyarakat setempat.

2)    Melakukan pemantauan serta evaluasi terhadap pelaksanaan Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Jaksa Agung RI dan Menteri Dalam Negeri Nomor : 3 Tahun 2008 Nomor : 033/A/JA/06/2008 dan Nomor : 199 Tahun 2008 tanggal 9 Juni 2008 tentang Peringatan dan Perintah kepada penganut, anggota dan atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan warga masyarakat.

3)    Melakukan koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait yang tergabung dalam wadah Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (TIM PAKEM) serta pihak-pihak lainnya untuk menyelesaikan semua aliran kepercayaan dan keagamaan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

 


kembali

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id