Jum'at, 15 Desember 2017

29-09-2017
Kejari Ngada eksekusi 23 Terpidana Kasus Pemblokiran Bandara Soa Bajawa NTT

Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngada di Bajawa Nusa Tenggara Timur telah melaksanakan eksekusi terhadap 23 terdakwa setelah permohonan kasasi mereka ditolak Mahkamah Agung, eksekusi pada hari Selasa (19/9) dipimpin oleh Kasi Pidum Dwi Raharjanto.

23 terpidana langsung dieksekusi ke Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Kelas IIB Bajawa untuk menjalani pidana penjara yakni Terpidana Hendrikus Wake selama 2 tahun, Yohanes Mado selama 1,5 tahun, dan Adreanus Neke dkk masing-masing selama 6 bulan berdasarkan putusan pengadilan dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).

Kepala Kejaksaan Negeri Ngada (Kajari) Suwarsono menjelaskan bahwa 23 terpidana yang merupakan anggota Satpol PP Kabupaten Ngada telah terbukti melakukan tindak pidana tanpa memperoleh ijin dari otoritas bandar udara yang sengaja membuat halangan (obstacle) atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan yang dilakukan secara bersama-sama.

“23 Terpidana akan dijerat dengan Pasal 421 ayat (2) UU No. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP),” tegas Kajari Suwarsono.

Sekedar informasi, kronologis kejadian pada tanggal 21 Desember 2013 silam sekitar pukul 07.30 WITA 23 orang pelaku berkerumun dan memarkirkan 2 (dua) kendaraan secara melintang di pertengahan landasan pacu (runway) Bandar Udara Soa sehingga pesawat Merpati Nusantara Airlines penerbangan MZ 6516 tidak dapat mendarat dan Pilot memilih kembali ke bandar udara Eltari Kupang (return to base) demi keamanan dan keselamatan penumpang. (pd)


Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id